Dalam dokumen Dimensi Religius Sekolah Katolik, bahwa salah satu aspeknya dimensi religius adalah “penerangan ilmu pengetahuan oleh cahaya iman.” Ilmu pengetahuan perlu mendapatkan penerangan iman agar ilmu pengetahuan tidak hanya dimengerti secara intelektual, tapi mampu diterjemahkan dalam kehidupan nyata. Ilmu pengetahuan yang diterangi iman sungguh bermanfaat untuk membawa perubahan bagi masyarakat. Sekolah Katolik juga membangun pribadi siswa yang memiliki kepedulian sosial dan hidupnya peka akan situasi masyarakat atau orang yang mengalami kesulitan.


SMP Katarina adalah sekolah yang menumbuhkembangkan nilai Katolisitas. SMP Katarina sebagai lembaga pendidikan yang berbasis agama Katolik, maka Katolisitas diajarkan secara kontekstual dan integratif dengan mata pelajaran lannya sebagai nilai-nilai yang disajikan dalam konteks kebutuhan dan kehidupan, siswa. Tidak hanya kecerdasan kognitif, tetapi kecerdasan spiritual telah menjadi bagian dari setiap proses pembelajaran dalam semua kompetensi.
SMP Katarina membuat program pengembangan rohani kepada siswa melalui evaluasi dan refleksi, baik dalam proses pembelajaran maupun pengembangan kerohanian. Pengembangan rohani berupa budaya doa harian, refleksi harian, rekoleksi, retret, bible camp.
Kegiatan retret ini dilakukan untuk memisahkan diri dari dunia luar juga berkaitan dengan proses pemulihan hubungan dan pengolahan konflik antara seseorang dengan dirinya sendiri, dengan orang lain, dengan alam ciptaan dan dengan Tuhan yang ia imani.