Santa Katarina Labouré adalah salah satu orang kudus yang paling unik dalam sejarah Gereja Katolik. Ia dikenal sebagai “Orang Kudus yang Tersembunyi” (The Saint of Silence).
Meskipun ia menerima penampakan Bunda Maria yang sangat terkenal (yang menghasilkan Medali Wasiat atau Miraculous Medal), ia menjalani hidupnya dalam kerahasiaan total. Tidak ada teman sesama biarawati yang tahu bahwa dialah sang visioner sampai saat-saat terakhir hidupnya.
Berikut adalah poin-poin utama keteladanan Santa Katarina Labouré yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari:
Ini adalah keutamaan terbesar Katarina. Setelah menerima penampakan Bunda Maria pada tahun 1830, Medali Wasiat menjadi fenomena global. Jutaan medali dicetak dan mukjizat dilaporkan terjadi di mana-mana. Semua orang di biara dan di Prancis membicarakan “suster visioner” tersebut.
Sikap Katarina: Ia tidak pernah berkata, “Itu aku!” Ia menjaga rahasia tersebut selama 46 tahun. Ia membiarkan perhatian dunia tertuju pada Bunda Maria dan Tuhan, bukan pada dirinya sendiri.
Pelajaran: Melakukan kebaikan tanpa mengharapkan pujian atau pengakuan (popularitas). Biarlah tangan kiri tidak mengetahui apa yang diperbuat tangan kanan.
Banyak orang berpikir bahwa seorang visioner (orang yang melihat penampakan) akan menghabiskan waktu hanya untuk berdoa di kapel. Namun, Katarina adalah seorang Putri Kasih (Daughter of Charity) yang pekerja keras.
Tugas Harian: Selama puluhan tahun, tugas utamanya adalah merawat orang-orang lanjut usia (jompo) di panti wreda dan memelihara ayam di peternakan biara.
Sikap: Ia melakukan pekerjaan-pekerjaan kasar dan sederhana ini dengan cinta yang besar, tanpa mengeluh, meskipun ia adalah orang yang “berbicara dengan Bunda Maria.”
Pelajaran: Kekudusan tidak selalu ditemukan dalam hal-hal besar atau mistis, tetapi dalam kesetiaan melakukan tugas harian kita (belajar, bekerja, mengurus rumah tangga) dengan penuh cinta.
Dalam proses pembuatan Medali Wasiat, Katarina menghadapi banyak rintangan. Bapa pengakuannya (imam) awalnya tidak percaya dan bahkan bersikap keras padanya.
Sikap: Katarina tidak memberontak atau bersikeras dengan sombong. Ia taat kepada pembimbing rohaninya sambil tetap berdoa agar kehendak Tuhan terlaksana. Akhirnya, ketekunan dan ketaatannya yang lembut meluluhkan hati imam tersebut sehingga medali itu dicetak.
Pelajaran: Pentingnya memiliki kesabaran dan ketaatan, serta menghormati pembimbing atau otoritas dalam hidup kita, bahkan ketika kita merasa disalahpahami.
Katarina Labouré bukanlah seorang intelektual atau teolog. Ia berasal dari keluarga petani dan pendidikannya terbatas.
Sikap: Ia memiliki iman yang sederhana namun kokoh. Doa-doanya jujur dan langsung. Ketika ia meninggal, sesama biarawati berkomentar bahwa “tidak ada yang istimewa” dari dirinya, karena ia tampak seperti biarawati biasa yang sangat sederhana.
Pelajaran: Kita tidak perlu menjadi jenius atau kaya untuk menjadi dekat dengan Tuhan. Hati yang tulus dan sederhana adalah yang paling berkenan bagi-Nya.
Video singkat teladan Santa Katarina Laboure